Posted by: Indonesian Children | June 28, 2009

SEPENGGAL PUISI UNTUK ANAKKU

Anakku …….. engkaulah buah hatiku.

Kasih sayangku padamu tak terkikis oleh erosi zaman.

Kuselalu memandang wajahmu yang damai ….

Ketika engkau sedang tidur.

Aku tersenyum melihat senyummu, engkau pasti bermimpi indah.

Anakku ……..

Aku selalu merasa bahagia mendengar ceria candamu,

Aku sering merasa cemas mendengar langkahmu berlari,

Aku takut engkau terjatuh,

Jantungku berdegup mendengar isak tangismu.

Aku tak ingin kau bersedih, aku tak ingin engkau dilanda nestapa.

Anakku ……..

Kini engkau telah dewasa, dan aku mulai tua dan pikun.

Tak banyak yang aku pinta.

Tetaplah sabar dan cobalah mengerti tentang diriku.

Kalau aku berlepotan ketika makan …. bersabarlah,

kenang saja ketika aku selalu mengajarimu tentang kebersihan.

Jika aku mengatakan hal yang sama ribuan kali kepadamu …. bersabarlah,

kenang saja ketika aku membacakan cerita yang sama ribuan kali sampai engkau tertidur.

Kalau aku tidak mau mandi, jangan salahkan atau marahi diriku,

kenang saja ketika aku membujukmu dengan seribu alasan agar engkau mau pergi mandi.

Kalau bicaraku melantur, janganlah gugup …. yang terpenting bukanlah omonganku, tapi aku tetap bersamamu, yang mendengarkan kata-kataku.

Bila kakiku sudah berat untuk melangkah, jangan paksa aku berjalan,

ulurkan saja kedua tanganmu,

seperti aku lakukan ketika membimbingmu pada langkah pertamamu.

Suatu hari nanti kau akan tahu, di samping kesalahan-kesalahanku ….. aku ingin melakukan yang terbaik untukmu … untuk jalan hidupmu.

Kau tak harus merasa sedih, marah atau tak berdaya melihat aku di sampingmu.

Cobalah untuk mengerti dan bantulah diriku,

seperti yang aku lakukan padamu ketika engkau memulai hidup ini.

Bila di suatu masa nanti aku berkata aku tak ingin hidup lebih lama lagi,

janganlah bersedih, cobalah faham ……………………..

usia bagiku bukanlah hidup tapi hanyalah bertahan hidup.

Bantulah aku berjalan, tolonglah aku pada akhir hayatku.

Aku akan memberimu senyum dan cinta tak terhingga,

yang selalu kumiliki hanya untukmu.

Selamat tidur anakku, semoga Tuhan tetap bersamamu.

                                                                      Bengkulu, 17 Desember 2005.

                                                                                  (Musiardanis)

 

 

Provided by
POEMS AND SONGS FOR CHILDREN

Yudhasmara Foundation

email : judarwanto@gmail.com 

https://poemforchildren.wordpress.com/

 

Editor in Chief :

Dr Widodo Judarwanto

 

 

 

Copyright © 2009, Poems for Children   Network  Information Education Network. All rights reserved.

About these ads

Responses

  1. bagus sekali puisinya ……..

  2. Jd terharu mmbcax…..aq jg punya bpk yg dlux orgx sngat tegas & brwbawa….tp smnjak trserang stroke smuax jd brubh…jlnx trseok2,mknx brlepotan, ngmongx g jelas, u BAK aja (maaf) bjux jd bsah smua….jd mau nangis ngliatx…aq mrsa khilngan sosok seorang bpk yg q kgumi dlu…tp biar gmnpun keadaanx skrg….beliau ttp ayah yg q syangi…..& q brsykur tuhan msh mmbrix umur pnjg…

  3. aku juga punya 3 anak yang lucu2 jangan kan mumukul membentaknya saja aku tak tega,,karna semunya aku kembalikan ke diriku sendiri,,aku tidak mau di pukul begitulah juga anakku..aku tidak mau di bentak krena takut begitlah juga anak2ku…karena aku lakukan ini untuk perlakuan anak2ku di masa depan terhadap orang yang mareka kasihi termasuk kami orang tuanya…bagiku anak2 ku adalah segalanya bagiku…dia adalah permataku hatiku…tanpa mereka hidupku sia2 tak berarti.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: