Posted by: Indonesian Children | July 20, 2009

PUISI DI HARI ANAK NASIONAL :

ANAKKU, SELAMAT HARI ANAK

 

Anak tekun belajar di sekolah

Anak berbinar-binar bermain play station

Sekelompok lainnya, bernapas asap knalpot menjajakan koran

Anak lainnya, berpeluh lumpur membantu ibunya menanam padi

Anak lainnya, kelelahan menjadi buruh pabrik kecil di ujung desa

Fakta ini masih ada, ketika hari anak nasional digelar tanggal 23 Juli 2009

Anak dipaksa harus bekerja, hanya karena ekonomi keluarga

hanya karena kemiskinan

 

Anak gemuk berpipi montok, berlarian sangat lincahnya

Anak berkulit bersih sehat,  tertawa dengan gigi putihnya

Sebagian anak lainnya, tidak mampu berdiri hanya karena menderita gizi buruk

Anak lainnya, harus meregang nyawa hanya karena tidak diimunisasi

Anak lainnya, sedang menunggu ajal hanya karena tertular AIDS dari ibunya

Fakta ini belum hilang, ketika hari anak nasional diperingati tanggal 23 Juli 2009

Anak dipaksa berpenyakit, hanya karena korban kondisi orangtua

hanya karena kelalaian negara

 

Anak bermanja selalu diasuh ibunya

Anak terlelap dibelai sayang bapaknya

Sebagian orangtua lain, menampar hanya karena anak menangis minta tidur

Orangtua lain, memukul hanya karena anak mengompol di kasur

Orangtua lain, menyubit kulit mulus  hanya karena anak minta beli mainan

Gurunya yang bukan orangtua , menendang hanya karena anak terlambat sekolah

Gurunya yang bukan orangtua, menghantamkan mistar ke wajah hanya karena anak tidak mengerjakan pekerjaan rumah

Fakta ini bukan cerita, ketika hari anak nasional dirayakan tanggal 23 Juli 2009

Anak dipaksa menerima kekerasan, hanya karena kebiadaban manusia dewasa

Hanya karena kekejian manusia dewasa

 

Anak merayakan gemerlap peringatan hari anak di hotel berbintang

Anak bergembira bernyanyi di panggung hari anak nasional

Sekawanan anak lainnya, masih mengalami korban ekploatasi seksual

Sekawanan lainnya, masih menjadi korban asap rokok manusia dewasa

Sekawanan lainnya, masih menjadi anak jalanan

Sekawanan lainnya, masih menjadi korban kekerasan

Sekawanan lainnya, masih menjadi korban kelaparan

Sekawanan lainnya, masih menjadi korban perdagangan anak

Fakta ini bukan isu, ketika hari anak nasional diramaikan tanggal 23 Juli 2009

Anak masih menjadi korban, karena gegap gempita hari anak hanya sebatas slogan

 

Hari anak,

hanya sekedar seremonial

hanya sebatas pidato pejabat Negara

hanya sekedar himbauan para pemerhati anak

hanya secuil gegap gempita sehari

setelah itu anak masih saja tetap menjadi korban

anak masih saja tetap diabaikan haknya

 

Anakku selamat hari anak

Meski kamu dan temanmu kadang masih harus menderita

 

 

 

widodo judarwanto

hari anak Indonesia, 23 Juli 2009

 

 

 

 

Provided by
POEMS FOR CHILDREN

Yudhasmara Foundation

email : judarwanto@gmail.com

https://poemforchildren.wordpress.com/

 

 

 

Copyright © 2009, Poems for Children   Network  Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: