Posted by: Indonesian Children | August 5, 2009

Anak-Anak Lebih Hapal Lagu Percintaan

“Kali ini kusadari/Aku telah jatuh cinta/Dari hatiku terdalam/Sungguh aku cinta padamu. Cintaku bukanlah cinta biasa/Jika kamu yang memiliki/Dan kamu yang temaniku seumur hidupku…”

Seorang anak perempua berusia 7 tahun, Aghnia, dengan fasih menyanyikan lirik lagu di atas, yang dinyanyikan oleh penyanyi pria, Afgan. Mulutnya tidak berhenti bernyanyi, mengikuti idolanya, Afgan, bernyanyi di layar kaca televisi.

Pemandangan seperti itu, mungkin saat ini sudah hal biasa di setiap rumah warga Indonesia. Anak-anak di dalam rumah atau bahkan ketika bermain bersama kawan-kawannya, selalu menyanyikan lagu dewasa tentang percintaan orang dewasa. Namun, mereka kesulitan ketika harus menyanyikan lagu anak-anak seperti “Ambilkan  Bulan Bu“ dan “Anak Gembala” karya AT Mahmud, lagu “Hujan”  karya Ibu Sud dan lagu anak lainnya.

Tidak hanya di rumah melihat pemandangan seperti itu. Program musik di televise juga menampilkan tayangan yang tidak kalah luar biasa. Banyak anak-anak yang bisa mengalahkan orang dewasa, ketika berlomba menyanyikan lagu orang dewasa.

Hal ini terlihat ketika tepat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2009, dua buah stasiun televisi menampilkan anak-anak yang berlomba bernyanyi. Satu stasiun menanyangkan dua orang anak kecil berloma menyanyikan lagu-lagu pilihan orang dewasa. Sementara satu stasiun lagi menayangkan, perlombaan bernyanyi antara anak-anak dengan orang tuanya. Ternyata, anak-anak berhasil mengalahkan orang tua dengan menyebutkan judul lagu dan lirik lagu dewasa.

Kenyataan ini sempat membuat beberapa musisi senior geleng-geleng kepala. Vokalis grup band BIP, Ipang, misalanya salah seorang musisi yang kaget ketika kedua anaknya, Leifo Dzaikra Lazuardy (5,5) dan Lavi Zahwa (3), menyanyikan lagu-lagu yang liriknya tak sesuai dengan usia mereka.

“Sebenarnya enggak tega juga, ketika anak gue harus nyanyi lagu-lagu yang seharusnya bukan dinyanyikan oleh mereka,” kata Ipang, seperti dilansir Kompas, beberapa waktu lalu.

Begitu juga yang dirasakan oleh penyanyi kawakan, Tri Utami. Menurutnya, menyanyikan lagu remaja oleh anak-anak sangat tidak baik bagi perkembangan psikologis anak itu sendiri. “Orang tua harus mencermati, lagu apa yang anak nyanyikan. Jangan sampai lagu orang dewasa. Tidak baik untuk ke depannya. Mau jadi apa anak Indonesia sepuluh atau dua puluh tahun lagi,” ungkap Tri.

Karena itu, mudah-mudahan program televise dapat kembali mengantarkan anak Indonesia mengenal lagu-lagu anak. Sehingga, akan indah ketika meraka bermain yang dinyanyikan adalah lagu usia mereka.

sumber : adadorojatum.com

Provided by
POEMS AND SONGS FOR CHILDREN

Yudhasmara Foundation

email : judarwanto@gmail.com

https://poemforchildren.wordpress.com/

 

Editor in Chief :

Dr Widodo Judarwanto

 

 

 

Copyright © 2009, Poems for Children   Network  Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: